Jangan Pernah Abaikan Sampah Kecil

Alkisah ada sebuah kerajaan dimana rajanya merupakan Raja yang otoriter. Beliau tidak memikirkan kebutuhan rakyatnya, yang terpenting baginya adalah beliau dan keluarganya hidup bahagia dan dicukupi semua kebutuhannya. Salah satu sikap otoriter beliau adalah selalu menagih segelas susu kepada seluruh rakyatnya setiap minggu. Walaupun hanya segelas susu dan dalam rentang waktu yang lama tapi tetap saja hal itu merepotkan bagi rakyat karena susu di tempat tersebut keberadaannya terbatas. Hanya beberapa orang saja yang beternak sapi perah. Lama-kelamaan, rakyat merasa menderita dengan keadaan tersebut. Hingga munculah ide untuk menyetorkan minuman yang mirip susu. Ya, minuman yang seperti susu tapi itu bukan susu. Minuman tersebut didapat dari air bekas cucian beras yang berwarna putih dan mirip susu. Akhirnya waktu pengumpulan susu pun tiba. Setiap orang masing-masing menyetorkan tugasnya. Setelah semuanya terkumpul, petugas pun pergi ke istana dan menyetorkan semua hasil tugasnya. Tiba saatnya Raja dan keluarganya menikmati hasil setoran rakyatnya. Raja meneguk minuman dari gelas di depannya. Apa yang terjadi? Sang Raja kaget dan marah. "Siapa yang berani mengganti susu dengan minuman yang tidak enak ini?" Kata beliau.

Apa yang terjadi kawan-kawan. Raja tersebut mendapati bahwa air minum setoran rakyat yang diharapkannya susu ternyata bukan susu yang sebenarnya. Minuman tersebut hanya mirip susu. Ide yang tercetus untuk mengganti susu dengan minuman lain yang mirip susu tersebut ternyata tidak hanya terpikirkan oleh satu keluarga saja. Tetapi banyak sekali keluarga yang melakukan hal tersebut.

Mari Kita analogikan dengan kebiasaan masyarakat menyepelekan sampah yang kecil. Mungkin pernah terpikir kalo Kita membuang sampah yang kecil sembarangan tidak akan terlalu berpengaruh. Memang kalau hal itu dilakukan sendiri. Tapi orang lain pun mungkin saja ada yang berpikiran sama seperti itu sehingga semakin banyak orang yang membuang sampah sembarangan. Akhirnya, menumpuklah sampah-sampah di sekitar Kita. Tidak hanya merusak pemandangan, tapi juga membuat kotor dan menjadikan sumber penyakit. Mari dengan kesadaran diri masing-masing untuk tidak membuang sampah sembarangan sekecil apapun. Jika tidak ada tempat sampah, kangtongilah dulu sampah yang belum sempat terbuang. Buanglah di tempat yang tersedia, tempat khusus untuk sampah tentunya. Mari mulai dari hal yang kecil! Mulai dari sekarang! Mulai dari diri sendiri! :-D

Bagikan

Oleh Opan
Seorang guru matematika yang hobi menulis tiga bahasa, yaitu bahasa indonesia, matematika, dan php. Dari ketiganya terwujudlah website ini sebagai sarana berbagi pengetahuan yang dimiliki.

Demi menghargai hak kekayaan intelektual, mohon untuk tidak menyalin sebagian atau seluruh halaman web ini dengan cara apa pun untuk ditampilkan di halaman web lain atau diklaim sebagai karya milik Anda. Tindakan tersebut hanya akan merugikan diri Anda sendiri. Jika membutuhkan halaman ini dengan tujuan untuk digunakan sendiri, silakan unduh atau cetak secara langsung.

Kunjungan Halaman Bulan Ini
Protected by Copyscape CodeCogs - An Open Source Scientific Library