Kurang Lengkapnya Proses Menyebabkan Kurang Lengkapnya Pemahaman

Bagi seorang guru, tanya-jawab yang dilakukan pada saat pembelajaran merupakan hal yang biasa dilakukan. Kegiatan itu berguna untuk mengetahui sejauh mana kemampuan siswa-siswanya. Tanya-jawab yang dilakukan di awal pembelajaran bertujuan untuk mengetahui kemampuan awal siswa sebelum pembelajaran dilakukan. Dengan demikian, guru dapat menyesuaikan kegiatan pembelajaran dengan menyesuaikan kemampuan awal yang dimiliki siswa. Selain di awal pembelajaran, kadang saya sebagai guru juga melakukannya pada saat proses pembelajaran. Tujuannya berguna untuk mengetahui apakah informasi/materi pelajaran sampai atau tidak kepada siswa. Tanya-jawab yang sangat sering dilakukan adalah di akhir pembelajaran, jelas tujuannya untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang dilakukan.

Bagi saya, tanya-jawab pada pembelajaran sangat bermanfaat agar kita tetap bisa memantau kemajuan kemampuan siswa di awal pembelajaran, pada saat proses pembelajaran, dan diakhir pembelajaran. Kadang didapatkan temuan-temuan yang mengagetkan dari hasil tanya-jawab tersebut. Beberapa siswa ada yang pengetahuannya sudah melampaui apa yang hendak saya sampaikan, tapi ada juga siswa yang sulit mengikuti materi baru karena materi yang lama tidak dipahami dengan baik. Contoh kasus yang saya alami adalah ketika bersama-sama siswa membahas bagaimana proses penyelesaian sebuah soal. Untuk soal yang tingkat kesulitannya sedang atau tinggi, diperlukan beberapa rumus untuk menyelesaikannya. Sambil menyelesaikan soal tersebut saya biasanya sering menanyakan hal-hal kecil yang menurut saya itu sudah menjadi dasar dan perlu diketahui siswa SMA dengan baik. Saya pernah bertanya kepada siswa-siswa bagaimana bentuk uraian dari (a + b)2. Betapa kagetnya ketika saya mendengar beberapa siswa menjawab hasilnya adalah a2 + b2. Mereka menyimpulkan seperti itu bukan berarti tidak berdasar. Mungkin informasi yang mereka terima ketika belajar konsep tersebut ada yang salah. Mungkin gurunya salah menyampaikan atau mungkin siswanya tidak memperhatikan dengan baik ketika penyampaian berlangsung.

Beberapa siswa menganggap matematika adalah sekumpulan "rumus" yang perlu dihapal dan merupakan sesuatu yang "ditemukan" dan bersifat "pasti". Sehingga matematika dianggap sebagai tumpukan dari rumus-rumus yang harus diahapal. Kadang beberapa siswa hanya melihat bagaimana awal dan akhir dari sebuah rumus, tidak mengetahui bagaimana proses mendapatkan rumus tersebut. Akibatnya, ada anggapan bahwa rumus itu adalah untuk dihapalkan. Padahal bagi beberapa orang menghapal itu susah. Apabila siswa secara aktif memperhatikan guru ketika menyampaikan sebuah rumus dan/atau penurunannya sampai paham, siswa tersebut akan secara lama mengingat rumus tersebut dan memahami bagaimana penerapannya dalam sebuah masalah. Ketika lupa, siswa bisa kembali mendapatkannya dengan cara menurunkannya. Rumus dari (a + b)2 adalah a2 + 2ab + b2. Rumus tersebut akan cepat dilupakan bagi yang kurang kuat hapalannya. Coba perhatikan bagaimana rumus itu terbentuk
(a + b)2 = (a + b)(a + b)
= a(a + b) + b(a + b)
= a2 + ab + ba + b2
= a2 + 2ab + b2
mungkin akan memberikan kesan bahwa ternyata matematika itu berkaitan satu konsep dengan lainnya dan makna dari rumus tersebut dapat melekat dengan baik, sehingga memudahkan untuk menghapal dan memahaminya.

Oleh Opan

Seorang guru matematika yang hobi menulis tiga bahasa, yaitu bahasa indonesia, matematika, dan php. Dari ketiganya terwujudlah website ini sebagai sarana berbagi pengetahuan yang dimiliki.

Demi menghargai hak kekayaan intelektual, mohon untuk tidak menyalin sebagian atau seluruh halaman web ini dengan cara apa pun untuk ditampilkan di halaman web lain atau diklaim sebagai karya milik Anda. Tindakan tersebut hanya akan merugikan diri Anda sendiri. Jika membutuhkan halaman ini dengan tujuan untuk digunakan sendiri, silakan unduh atau cetak secara langsung.

Pangkat Pecahan
Rangkuman Trigonometri


Kunjungan Halaman Bulan Ini
Protected by Copyscape CodeCogs - An Open Source Scientific Library