Mendengar Berarti Menghormati

Mendengarkan bukan hanya bergetarnya gendang telinga akibat resonansi dengan pita suara yang bergetar. Lebih dari itu, mendengar merupakan upaya untuk menangkap pesan/informasi dari orang yang bicara pada kita.

Secara teori orang punya dominasi terhadap salah satu dari auditori, visual. Walaupun begitu, adakalanya kita perlu menggunakan salah satunya secara maksimal. Dan pada keadaan tertentu kita perlu menggunakan beberapa modalitas tersebut secara sinergi. Apa yang digunakan orang ketika membaca? Bagaimana cara menyimak siaran radio? Apakah informasi dari TV dapat kita terima secara lengkap dengan hanya mendengarkan suaranya? Tentunya kita menggunakan penglihatan kita secara maksimal ketika membaca, menggunakan pendengaran kita secara maksimal ketika mendengar, dan menggunakan keduanya secara sinergi untuk menyimak tayangan di TV. Teorilah yang membuat orang beralasan tidak mampu menangkap informasi tertentu karena merasa lebih secara visual dan membuatnya merasa kurang dalam auditori. Lama-kelamaan hal tersebut menjadi pembenaran sehingga banyak informasi bermanfaat yang terlewatkan begitu saja.

Tentunya semua orang pasti akan merasa kesal kalau sedang menyampaikan informasi penting kepada khalayak dengan harapan dapat dipahami dengan baik, sementara orang yang kita ajak bicara cuek-cuek aja. Malah asik ngobrol, seperti gak peduli dengan apa yang disampaikan. Teringat sebuah hadits "-lihat apa yang diomongkan, jangan lihat siapa yang ngomong-" yang menganjurkan kepada kita bahwa dalam menyimak informasi, jangan hanya melihat siapa yang menyampaikan tapi simak apa konten yang disampaikan. Kalau saya sendiri ingat dengan kalimat "walaupun keluar dari pantat, ambil aja kalau itu sebuah telur".

Cuek dengerin orang lain biasa juga terjadi di kelas. Kadang beberapa siswa tidak bisa memahami pelajaran dengan baik dengan alasan gurunya gak enak. Dan parahnya, siswa gak mau mencoba menyesuaikan dengan guru tersebut. Memang, guru dituntut untuk memiliki kemampuan komunikasi dan mampu membuat siswa konsentrasi dengan apa yang disampaikan guru. Selain itu, guru juga harus mampu memotivasi siswa agar mau belajar, tidak hanya di kelas, juga di luar kelas. Tapi apa jadinya bila guru sudah semaksimal mungkin berusaha agar siswanya belajar, tetep aja ada siswa yang cuek. Cueknya siswa ini biasanya diakibatkan oleh pengalih konsentrasi yang berasal dari temannnya yang mengajar ngobrol atau karena siswa asik dengan alat yang dimainnkannya berupa telepon genggam, tablet, dan sebagainya. Sungguh menghawatirkan bila cuek ngedengerin orang lain menjadi kebiasaan. Tentunya bisa berakibat buruk bagi dirinya. Orang yang ngajak dia ngobrol bisa jadi tidak mau lagi ngobrol karena merasa kurang diperhatikan dan tidak melihat adanya antusias. Dampak lainnya, bisa jadi dia tidak memiliki banyak pengetahuan karena sering tidak memperhatikan apa yang disampaikan orang lain secara lisan.

Mari mulai sekarang, kita latih indera kita supaya dapat dimanfaatkan secara maksimal. Menyimak orang lain dengan baik merupakan suatu bentuk hormat. Saling menghormati sesama manusia akan menciptakan suasana damai dan menyenangkan.

Bagikan

Oleh Opan
Seorang guru matematika yang hobi menulis tiga bahasa, yaitu bahasa indonesia, matematika, dan php. Dari ketiganya terwujudlah website ini sebagai sarana berbagi pengetahuan yang dimiliki.

Demi menghargai hak kekayaan intelektual, mohon untuk tidak menyalin sebagian atau seluruh halaman web ini dengan cara apa pun untuk ditampilkan di halaman web lain atau diklaim sebagai karya milik Anda. Tindakan tersebut hanya akan merugikan diri Anda sendiri. Jika membutuhkan halaman ini dengan tujuan untuk digunakan sendiri, silakan unduh atau cetak secara langsung.

Kunjungan Halaman Bulan Ini
Protected by Copyscape CodeCogs - An Open Source Scientific Library