Pilihan Kedua

Siapa yang senang jadi pilihan kedua? Tentu kebanyakan gak suka kalo dijadikan pilihan kedua, kecuali dijadikan pilihan kedua sekaligus pilihan terakhir. Dipilih sebagai pilihan kedua tuh, kesannya "cadangan". Tapi coba deh pikir, gak selamanya pilihan kedua itu pilihan yang buruk. Hidup adalah pilihan, sering banget tuh kata-kata dijadikan alesan oleh beberapa orang untuk menghindari pilihan-pilihan lainnya. Memang ada orang yang berhak memilih sesuai keinginannya. Tapi ada juga orang yang memilih dengan didasarkan kepasrahan dia menerima pilihan. Dalam memilih, kadang ada emosi yang ikut campur menentukan pilihan. Inget lho, belum tentu pilihan Kita bisa Kita miliki dengan mudah. Adakalanya Kita harus menerima ketika Kita mendapat pilihan kedua sebagai keputusan terakhir. Jangan berburuk sangka kalau dapet pilihan kedua, Mungkin aja pilihan kedua emang pilihan yang terbaik buat Kita.

Lebih buruk lagi kalau masuk pilihan kedua, tapi gak mampu bertahan di pilihan kedua tersebut. Gak mampu menghadapi dan menjalani dengan baik. Di pilihan kedua aja dah gitu, apalagi kalo masuk pilihan pertama. Itu poin penting buat refleksi Kita supaya jangan terlalu ngerasa nyesel karena dapet pilihan kedua. Yang penting adalah, Kita jalani sebaik mungkin pilihan yang menjadi keputusan buat Kita. Jadilah yang terbaik.

Oleh Opan
Dibuat 23/05/2010
Seorang guru matematika yang hobi menulis tiga bahasa, yaitu bahasa indonesia, matematika, dan php. Dari ketiganya terwujudlah website ini sebagai sarana berbagi pengetahuan yang dimiliki.

Demi menghargai hak kekayaan intelektual, mohon untuk tidak menyalin sebagian atau seluruh halaman web ini dengan cara apa pun untuk ditampilkan di halaman web lain atau diklaim sebagai karya milik Anda. Tindakan tersebut hanya akan merugikan diri Anda sendiri. Jika membutuhkan halaman ini dengan tujuan untuk digunakan sendiri, silakan unduh atau cetak secara langsung.

Protected by Copyscape CodeCogs - An Open Source Scientific Library