Sejarah Budidaya Lebah Madu serta Manfaat (Khasiat) Madu

Lebah madu adalah salah satu jenis serangga dari sekitar 20.000 spesies lebah. Saat ini ada sekitar tujuh spesies lebah madu yang dikenal dengan sekitar 44 varians. Semua spesies ini termasuk dalam genus Apis. Madu yang mereka produksi berasal dari nektar bunga. Sarang mereka merupakan lilin, dibangun oleh para lebah pekerja di koloni lebah madu.

Lebah madu yang banyak terdapat di Indonesia adalah spesies Apis andreniformis, Apis cerana, dan Apis dorsata. Khusus di Kalimantan terdapat spesies lebah madu Apis koschevnikovi.

Madu telah digunakan sejak jaman dahulu kala bahkan oleh beberapa orang ilmuan. Hypocrates, ahli ilmu fisika membiasakan diri minum madu secara teratur, sehingga dia dapat mencapai usia 107 tahun. Demikian juga Aris Toteles, Bapak "Natural Science" beranggapan bahwa madu memiliki sifat unik yang dapat meningkatkan kesehatan manusia dan memperpanjang usia, dalam arti masih dapat produktif di usia tua serta terhindar dari berbagai gangguan penyakit. Ibn Sina (Avicenna), ilmuwan yang tersohor di bidang kedokteran menganjurkan untuk mengkonsumsi madu, karena dapat menjaga kekuatan sehingga masih mampu bekerja pada usia tua (senja). Dia juga menganjurkan agar manusia yang telah berusia 45 tahun sebaiknya mengkonsumsi madu secara teratur.

Semakin tinggi tingkat teknologi suatu negara, semakin tinggi kesadaran akan arti madu dalam menu masyarakat sehari-hari. Mereka semakin mendambakan lebih banyak mengkonsumsi "natural foods". Madu bukan saja termasuk kategori "natural foods", tetapi termasuk juga dalam "natural health foods".

Berbeda dengan gula biasa seperti pada permen atau gula yang dapat merusak gigi (carries) yang memicu tumbuhnya bakteri pembusuk atau disebut bakteri asam laktat, madu mengandung antibiotik. Meskipun pH-nya rendah, tetapi karena kandungan mineralnya tinggi mempunyai potensi bersifat basa, karenanya dapat berfungsi sebagai desinfektan terhadap rongga mulut. Nenek moyang kita sering menganjurkan berkumur madu encer (± 15%) untuk menyembuhkan radang rongga mulut.

Dari berbagai penelitian menyatakan bahwa daya antibakteri madu tidak ada sangkut pautnya dengan kadar gula tinggi maupun rendahnya kadar air, tetapi oleh adanya suatu senyawa sejenis lysozyme yang memiliki daya antibakteri. Senyawa tersebut lebih popular dengan nama 'inhibine'. Bakteri gram negatif lebih peka terhadap 'inhibine' daripada gram positif. Inhibine sangat peka terhadap panas. Pada suhu 600°C keaktifan inhibine dalam madu hilang hanya dalam waktu 15 menit.

Sejarah Budidaya Lebah Madu

Lebah madu telah di kenal oleh manusia sejak beberapa ribu tahun yang lalu.

Al Quran menempatkan secara istimewa lebah madu menjadi sebuah Surat, yaitu An Nahl (Lebah Madu). Dalam salah satu ayatnya (68-69) Allah berfirman:
"Dan Rabbmu mengilhamkan kepada lebah: 'Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibuat manusia.' (QS. 16:68) Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Rabbmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Rabb) bagi orang-orang yang memikirkan. (QS. 16:69)"

Pembudidayaan lebah madu yang kini populer berasal dari kawasan Laut Tengah (Afrika Utara, Eropa selatan dan Asia Kecil) yang selanjut menyebar ke seluruh wilayah dunia. (Sihombing D.T.H:1997). Bangsa Mesir Kuno membuat corong dari tanah liat sebagai sarang lebah. Setelah itu, sarang dibuat dari keranjang anyaman. Di Afrika lebah madu dipelihara dalam bongkahan kayu berbentuk silinder dan sarang tersebut digantung di pohon. Bangsa Rusia merupakan pengembang lebah madu modern, disebut juga sebagai daerah lahan madu. Rusia mulai mengembangkan peternakan madu sejak abad ke-10 hingga kini secara besar-besaran. Mereka menemukan sarang lebah madu yang bisa dipindah-pindahkan, teknik tersebut diperkenalkan oleh Peter Prokovich (1775-1850).

Khasiat Dan Manfaat Madu

Madu dapat dikonsumsi oleh segala tingkatan, dari janin hingga orang tua. Madu mengandung glukosa (dekstrosa) dan fruktosa (levulosa) dalam jumlah yang tinggi. Menurut Winarno (1982), kadar dekstrosa dan levulosa yang tinggi mudah diserap oleh usus bersama zat-zat organik lain, sehingga dapat bertindak sebagai stimulan bagi pencernaan dan memperbaiki nafsu makan. Selain itu, madu juga memiliki sifat antimkiroba. Berdasarkan hasil penelitian Komara (2002), madu memiliki aktivitas senyawa antibakteri terutama pada bakteri Gram (+), yakni bakteri S. aureus, B. cereus.

  • Janin : Madu dapat memperkuat janin yang lemah dalam kandungan (rahim).
  • Ibu Hamil : Madu membantu menjaga stamina dan kesehatan selama mengandung bayi dan membantu asupan gizi yang tinggi bagi pertumbuhan janin yang sehat selama dalam kandungan.
  • Bayi : Membantu perkembangan otak bayi, karena setiap harinya otak terus berkembang sampai dengan usia 5 tahun. Untuk itu ia membutuhkan gizi yang tinggi. Pertumbuhan dan perkembangan otak sangat terkait dengan kecerdasan pikiran (IQ) dan kecerdasan mental (EQ). Sekarang ini banyak produk makanan tambahan baik susu atau bubur bayi yang di formulasikan dengan madu.
  • Anak-anak : membantu agar nafsu makan meningkat (adanya unsur vitamin B yang lengkap dalam madu), sehingga anak tumbuh sehat, lincah dan riang serta tahan penyakit. (H. Mohamad, 2002).
  • Remaja : Khasiat madu pada akil baligh (remaja) membuat tumbuh sangat cepat, gizi yang baik dan teratur akan membuat pertumbuhan tubuh menjadi sempurna.
  • Dewasa : Tingkat kelelahan dan pekerjaan yang menumpuk mengakibatkan stress sehingga tubuh menjadi lemah dan mudah terserang penyakit. Dalam hal ini para pekerja pabrik yang bekerja keras seharian penuh (long shift) tanpa zat gizi yang memadai rawan terkena penyakit seperti thypus, radang, serta infeksi bakteri lainnya. Dalam hal ini madu adalah makanan tambahan terbaik.
  • Lanjut Usia : Madu adalah makanan terbaik yang sangat diperlukan bagi manula, karena madu adalah sumber energi dan gizi yang dapat diserap langsung oleh tubuh, dimana pada usia tersebut organ pencernaan kita sudah mulai berkurang fungsinya (Kesehatan 2001).

Madu dimanfaatkan dengan cara dikonsumsi secara langsung atau dioles ke bagian tubuh. Madu bisa dikonsumsi secara langsung atau dicampur dengan bahan lainnya. Bahan tambahan madu yang sering dicampurkan untuk dikonsumsi adalah kayu manis. Campuran madu dan kayu manis berkhasiat untuk menjaga kesehatan serta mengobati berbagai jenis penyakit. Selain dikonsumsi, madu dapat digunakan juga dengan cara dioleskan ke bagian tubuh tertentu yang terkena penyakit.

Oleh Opan
Dibuat
Seorang guru matematika yang hobi menulis tiga bahasa, yaitu bahasa indonesia, matematika, dan php. Dari ketiganya terwujudlah website ini sebagai sarana berbagi pengetahuan yang dimiliki.

Demi menghargai hak kekayaan intelektual, mohon untuk tidak menyalin sebagian atau seluruh halaman web ini dengan cara apa pun untuk ditampilkan di halaman web lain atau diklaim sebagai karya milik Anda. Tindakan tersebut hanya akan merugikan diri Anda sendiri. Jika membutuhkan halaman ini dengan tujuan untuk digunakan sendiri, silakan unduh atau cetak secara langsung.

Protected by Copyscape CodeCogs - An Open Source Scientific Library